"Kondisi lapangan Jakabaring memang perlu waktu untuk perbaikan, terutama kondisi rumput dan tanahanya," Kas Hartadi, Rabu (21/12/2011).
Karena menurut Kas, kondisi tanah lapangan yang terlalu lembut membuat pemain tidak bisa bergerak cepat, perlu tenaga ekstra untuk berlari sehingga muda terkuras.
"Kami aku kondisinya memang berbeda, ini setelah SEA Games. Makanya kami berharap kondisinya nanti akan kembali seperti semua saat pertandingan kandang berikut," jelas Kas.
Seperti diketahui, kondisi lapangan di GJS memang belum pulih usai pelaksanaan SEA Games. Kondisi lapangan itu tertutup papan untuk acara opening-closing SEA Games selama lebih kurang 15 hari. Manajemen sudah melakukan upaya dengan mengeluarkan dana Rp5 juta membeli semacam pupuk untuk menyuburkan rumput di lapangan.

