Menurut dia, Djohar tak pernah datang ke Kongres Bali sehingga tak mengetahui poin-poin yang disampaikan.
"Kami yang datang langsung dan para peserta tentu sangat mengetahui apa poin keputusan yang dihasilkan kongres. Kami pun menyimpan hasil kongres yang mengamanatkan PT Liga sebagai operator kompetisi," ujarnya.
Sebelumnya, Djohar menyebutkan bahwa dalam kongres Bali tidak dibahas soal mekanisme penyelenggaraan kompetisi serta tidak ada keputusan menyebut PT Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi. Tigor mengaku heran dengan pernyataan yang dilontarkan itu.
Tigor juga meminta wacana kongres luar biasa (KLB) tidak dikaitkan dengan PT Liga Indonesia. Pasalnya, liga bukan penyebab utama yang menjadi dasar diajukannya KLB.
"Saya kira harus bisa dipisahkan antara tuntutan KLB dan masalah liga karena soal liga hanya salah satu bagian tuntutan yang memantik KLB. Namun, tidak hanya soal liga, banyak masalah yang jadi alasan KLB, di antaranya pelanggaran statuta, masalah timnas, dan berbagai program yang tidak jalan," ujarnya.

