Rekomendasi
hasil Rapat
Akbar
Sepakbola
Nasional
yang
berlangsung
di Jakarta,
Minggu
(18/12/2011), belum diterima Ketua PSSI
Djohar Arifin Husein. Meski begitu, nasib Djohar
tetap terancam digulingkan dalam Kongres Luar
Biasa (KLB) yang dijadwalkan berlangsung
sebelum 30 Maret.
Menurut anggota Komite Eksekutif PSSI Toni
Apriliani, hingga kini rekomendasi hasil rapat
belum diterima petinggi PSSI. Itu karena Djohar
dan Sekjen PSSI Tri Goestoro tengah berada di
Jepang untuk menonton pertandingan Piala
Dunia Antar Klub atas undangan FIFA.
"Lebih dari 2/3 anggota PSSI menyatakan ingin
Djohar mundur dan kita menginginkan adanya
KLB. Tidak ada kata lain selain Djohar harus
mundur," tegas Toni saat ditemui di Sekretariat
PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Selasa (20/12/2011).
Dijelaskan Toni, pihaknya sempat mendatangi
Kantor PSSI untuk menyerahkan hasil
rekomendasi dari rapat akbar yang
dilaksanakan. "Kami mau serahkan hasil rapat
itu ke Ketua PSSI, paling tidak ke Sekjen. Tapi
ketika didatangi ke PSSI, keduanya tidak ada di
tempat," jelasnya.
Dengan demikian, sambung Toni, pihaknya akan
menunggu kedatangan kedua orang itu agar
hasil rapat bisa disampaikan. "Kita akan tunggu
mereka datang ke Indonesia untuk
menyerahkan hasil rapat kemarin," kata.
Sementara itu, Rapat Akbar Sepakbola Nasional
dihadiri lebih dari 450 anggota PSSI dan 27
Pengprov PSSI se-Indonesia. Jumlah itu sudah
memenuhi lebih dari 2/3 anggota PSSI. Mereka
semua menginginkan digelarnya KLB sebelum
30 Maret.
Selain menghasilkan rekomendasi KLB, dalam
rapat juga sepakat dibentuk Komite Penyelamat
Sepakbola Indonesia (KPSI) dimana Toni
ditunjuk sebagai ketua. "Komite ini yang
nantinya akan mengawal sampai KLB benar-
benar digelar sesuai yang diinginkan peserta
rapat kemarin," jelas Toni.
De originele berichten zijn hierhasil Rapat
Akbar
Sepakbola
Nasional
yang
berlangsung
di Jakarta,
Minggu
(18/12/2011), belum diterima Ketua PSSI
Djohar Arifin Husein. Meski begitu, nasib Djohar
tetap terancam digulingkan dalam Kongres Luar
Biasa (KLB) yang dijadwalkan berlangsung
sebelum 30 Maret.
Menurut anggota Komite Eksekutif PSSI Toni
Apriliani, hingga kini rekomendasi hasil rapat
belum diterima petinggi PSSI. Itu karena Djohar
dan Sekjen PSSI Tri Goestoro tengah berada di
Jepang untuk menonton pertandingan Piala
Dunia Antar Klub atas undangan FIFA.
"Lebih dari 2/3 anggota PSSI menyatakan ingin
Djohar mundur dan kita menginginkan adanya
KLB. Tidak ada kata lain selain Djohar harus
mundur," tegas Toni saat ditemui di Sekretariat
PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Selasa (20/12/2011).
Dijelaskan Toni, pihaknya sempat mendatangi
Kantor PSSI untuk menyerahkan hasil
rekomendasi dari rapat akbar yang
dilaksanakan. "Kami mau serahkan hasil rapat
itu ke Ketua PSSI, paling tidak ke Sekjen. Tapi
ketika didatangi ke PSSI, keduanya tidak ada di
tempat," jelasnya.
Dengan demikian, sambung Toni, pihaknya akan
menunggu kedatangan kedua orang itu agar
hasil rapat bisa disampaikan. "Kita akan tunggu
mereka datang ke Indonesia untuk
menyerahkan hasil rapat kemarin," kata.
Sementara itu, Rapat Akbar Sepakbola Nasional
dihadiri lebih dari 450 anggota PSSI dan 27
Pengprov PSSI se-Indonesia. Jumlah itu sudah
memenuhi lebih dari 2/3 anggota PSSI. Mereka
semua menginginkan digelarnya KLB sebelum
30 Maret.
Selain menghasilkan rekomendasi KLB, dalam
rapat juga sepakat dibentuk Komite Penyelamat
Sepakbola Indonesia (KPSI) dimana Toni
ditunjuk sebagai ketua. "Komite ini yang
nantinya akan mengawal sampai KLB benar-
benar digelar sesuai yang diinginkan peserta
rapat kemarin," jelas Toni.

