"Tahun ini saja sudah lima lima kali kongres. Saya yakin pemerintah dan FIFA tak izinkan Kongres lagi," ujar Saleh di sela-sela menyaksikan laga Persebaya kontra Semen Padang bersama Arifin Panigoro dan CEO LPIS Widjajanto, Minggu (11/12/2011).
Dalam pertemuan di Hotel Elmi jalan Panglima Sudirman Minggu sore, Saleh sanksi mayoritas klub di Jatim menginginkan KLB. "Jatim itu luas. Itu hanya manuver dia (Nyala) saja," sergahnya.
Menurut Saleh kelompok status quo ada di balik gerakan pertemuan tersebut. Menurutnya, status quo masih belum rela panggung kekuasaannya yang dikangkangi bertahun-tahun diambil alih kelompok reformis. "Mereka baru berhenti ganggu PSSI kalau kita serahkan kompetisi profesional pada mereka," tandas Saleh.
Di tempat yang sama, wakil ketua umum PSSI Farid Rahman menilai tak ada urgensinya digelarnya KLB. "Kalo dikatakan langgar statuta, pasal yang mana?," timpalnya.
Farid menyarankan semua pihak saat ini bahu membahu untuk memajukan sepakbola nasional. "Kalau bahasanya semua untuk kemajuan sepakbola nasional, kenapa harus seperti ini?" sesalnya.

