Semua Tentang Bola | Members area : Register | Sign in

Other Post :

Video Asyik :

Tak Sportif :

Info Artis :

Hari ini,

Kongres Bali, Masalah dan Jawaban Polemik PSSI

Share Artikel :
Polemik kompetisi yang akhirnya melahirkan dua kompetisi di Indonesia, yakni Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL), berkutat pada Kongres Bali akhir Januari lalu.

Pengurus PSSI, yang mengganti kompetisi lama ISL dengan IPL menyatakan tidak ada pembahasan soal kompetisi saat itu.Sementara kubu anggota dan klub-klub besar di Indonesia bersikeras Kongres tahunan tersebut telah menetapkan jumlah kompetisi sebanyak 18 klub dan meneruskan format lama, ISL.

"Dalam agenda Kongres tidak pernah tercantum sehingga tidak mungkin dibicarakan. Kalaupun ada keputusan pasti nomor surat keputusan ada dalam daftar surat menyurat PSSI," kata Saleh.

"Bila itu keputusan Kongres, maka paling lambat enam minggu keputusan tersebut sudah dikirim ke semua peserta Kongres, AFC dan FIFA. Namun saat saya nanya banyak orang yang ikut Kongres, tidak pernah ada keputusan itu," lanjut mantan Ketua Umum Persebaya ini.

Saleh menambahkan, menurut orang-orang AFC, jika ada keputusan kongres seperti itu, pasti cacat karena melanggar statuta. "Bila itu keputusan Kongres, maka Kongres harus terlebih dulu merubah pasal 79 statuta PSSI dan pasal 37," imbuhnya.

"Jadi, Kongres Bali memang ada, tapi tidak pernah ada keputusan seperti yang mereka sampaikan," pungkas Saleh.

Namun hal tersebut dibantah La Nyalla M. Mattallitti, ketua umum Pengurus PSSI Provinsi Jawa Timur, yang hadir dalam Kongres tersebut.

La Nyalla, yang sekarang menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI namun mendukung kubu ISL, mempertanyakan kapasitas Saleh berbicara mengenai kongres tersebut. Pasalnya, saat itu Saleh tak bisa masuk ke area Kongres karena tidak diundang. Mantan ketua umum Persebaya itu kala itu masih dalam masa hukuman.

Dalam salinan transkrip kongres tersebut, dijelaskan La Nyalla, sudah dibahas secara rinci jumlah peserta setiap divisi. 18 Klub untuk divisi ISL, 44 klub untuk Divisi Utama, 66 klub untuk Divisi I, 100 untuk Divisi II dan peserta Divisi III tak terhingga.

"Hasil Kongres itu kemudian dituangkan dalam SK 08/KONGRES-II/PSSI 2011 tentang Format Kompetisi PSSI 2011/2012. Itu bukti Kongres PSSI membicarakan dan memutuskan masalah kompetisi, termasuk jumlah peserta kompetisi yang berlaga di Liga Indonesia. Jadi jelas sekali Saleh Mukadar telah memutarbalikkan fakta," kata La Nyalla.

Nyalla juga membahas pasal 37 Statuta PSSI yang membahas kewenangan Komite Eksekutif PSSI mengambil keputusan seputar kompetisi, tercantum pada butir i.

Namun pada butir a, dijelaskannya berbunyi, "Komite Eksekutif berwenang mengambil keputusan atas seluruh kasus yang bukan merupakan lingkup tanggungjawab kongres."

"Karena soal kompetisi itu telah diputuskan dalam Kongres Tahunan di Bali, maka Komite Eksekutif tidak punya wewenang menambah lagi dari 18 klub peserta menjadi 24 klub (di IPL)," jelasnya.

"Keputusan dalam kongres hanya bisa diubah dalam kongres," tegasnya.

Dualisme kompetisi ini memecah belah PSSI secara keseluruhan, hingga ke level klub. Beberapa klub membelah diri, saling klaim yang benar untuk tampil di kompetisi masing-masing. Satu di IPL satu lagi di ISL.

Dampak dualisme kompetisi pun terus merambat hingga ke tim nasional. Merujuk pada pasal 79 Statuta FIFA, menurut PSSI pemain yang tidak berkompetisi di kompetisi resmi suatu federasi sah, dalam hal ini PSSI dengan kompetisi IPL, dilarang membela timnas.
De originele berichten zijn hier