Ketua Umum PSSI
Djohar Arifin Husin berkomentar terkait
kisruh dualisme kompetisi nasional. Dengan
tegas sang Ketua Umum mengatakan bahwa
PSSI tidak pernah melanggar Statuta.
Sebagaimana diketahui, pada Minggu
(18/12/2011) malam WIB, Forum Pengurus
Provinsi (FPP) menggelar Rapat Akbar Sepakbola
Nasional (RASN) di Hotel Pullman, Jakarta, yang
dihadiri 452 orang dari 583 anggota PSSI.
Secara umum, Rapat akbar tersebut
menghasilkan keputusan bahwa kinerja PSSI di
bahwa kepemimpinan Djohar Arifin dianggap
telah melanggar Statuta dan keputusan Kongres
Bali.
Terkait hal itu, mereka sepakat meminta untuk
diselenggarakan Kongres Luar Biasa PSSI dengan
agenda pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua
Umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI
selambat-lambatnya tanggal 30 Maret 2012.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI
Djohar Arifin akhirnya angkat bicara.
Ditegaskannya, PSSI dibawah kepemimpinan
dirinya sama sekali tidak pernah melanggar satu
pun pasal dari Statuta PSSI.
“Ini terus terang kita katakan Kami tidak pernah
melanggar satupun dari pasal statuta. Dan kita
pun tidak melanggar Kongres Bali karena
keabsahan kongres itu sendiri diragukan di
Kongres bali pada januari 2011,” tegasnya seusai
mengunjungi kantor El Shinta di Jakarta.
Djohar juga menilai justru Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia
selaku penyelenggara kompetisi tandingan
kompetisi resmi PSSI, Indonesia Super League
(ISL), lah yang telah jauh melanggar peraturan.
“Begitu mulai ribut-ribut soal kompetisi, seolah-
olah PT Liga muncul dengan membagi saham
kepada klub-klub . Padahal, PSSI pemilik
mayoritas saham Di PT Liga.”
“Tentang saham, sebagai pemegang saham
mayoritas 99 persen, PT Liga sudah dua kali
kami surati untuk melaksanakan RUPS. Tapi,
belum juga dilaksanakan, mereka malah
membuat RUPS sendiri, dan itu tidak diakui
secara sah,” tandasnya.
De originele berichten zijn hierDjohar Arifin Husin berkomentar terkait
kisruh dualisme kompetisi nasional. Dengan
tegas sang Ketua Umum mengatakan bahwa
PSSI tidak pernah melanggar Statuta.
Sebagaimana diketahui, pada Minggu
(18/12/2011) malam WIB, Forum Pengurus
Provinsi (FPP) menggelar Rapat Akbar Sepakbola
Nasional (RASN) di Hotel Pullman, Jakarta, yang
dihadiri 452 orang dari 583 anggota PSSI.
Secara umum, Rapat akbar tersebut
menghasilkan keputusan bahwa kinerja PSSI di
bahwa kepemimpinan Djohar Arifin dianggap
telah melanggar Statuta dan keputusan Kongres
Bali.
Terkait hal itu, mereka sepakat meminta untuk
diselenggarakan Kongres Luar Biasa PSSI dengan
agenda pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua
Umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI
selambat-lambatnya tanggal 30 Maret 2012.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI
Djohar Arifin akhirnya angkat bicara.
Ditegaskannya, PSSI dibawah kepemimpinan
dirinya sama sekali tidak pernah melanggar satu
pun pasal dari Statuta PSSI.
“Ini terus terang kita katakan Kami tidak pernah
melanggar satupun dari pasal statuta. Dan kita
pun tidak melanggar Kongres Bali karena
keabsahan kongres itu sendiri diragukan di
Kongres bali pada januari 2011,” tegasnya seusai
mengunjungi kantor El Shinta di Jakarta.
Djohar juga menilai justru Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia
selaku penyelenggara kompetisi tandingan
kompetisi resmi PSSI, Indonesia Super League
(ISL), lah yang telah jauh melanggar peraturan.
“Begitu mulai ribut-ribut soal kompetisi, seolah-
olah PT Liga muncul dengan membagi saham
kepada klub-klub . Padahal, PSSI pemilik
mayoritas saham Di PT Liga.”
“Tentang saham, sebagai pemegang saham
mayoritas 99 persen, PT Liga sudah dua kali
kami surati untuk melaksanakan RUPS. Tapi,
belum juga dilaksanakan, mereka malah
membuat RUPS sendiri, dan itu tidak diakui
secara sah,” tandasnya.

