MANTAN Menteri Pemuda dan Olah Raga
periode 2004-2009, Adhyaksa Dault mengaku
merasa cukup terhormat dan berterima kasih jika
Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia
(KSPI) Toni Apriliani menyebut dirinya sebagai
sosok yang pantas menggantikan Djohar Arifin
Husin sebagai Ketua Umum PSSI.
Meski belum mengetahui langsung pandangan
dan penilaian dari Toni yang baru saja di vonis
bersalah oleh Komite Etik PSSI. Adhyaksa
mengaku siap untuk menakhodai PSSI jika ada
pihak yang memberikannya kepercayaan untuk
memimpin PSSI.
“Saya belum tahu. Tapi kalau ada yang
mempercayakan, jelas saya akan menerima
amanat tersebut, ” ujar Adhyaksa saat dihubungi
persibholic.com , Rabu (21/12/2011).
Adhyaksa mengungkapkan bahwa dirinya tidak
memiliki ambisi untuk menduduki kursi PSSI 1.
Ia mengaku hanya mau maju jika ada pihak yang
mendukungnya dan dengan dasar untuk
memajukan sepak bola nasional.
“Saya pribadi tidak ada ambisi untuk jadi Ketum
PSSI. Kalau ada yang memberi amanah untuk
maju, ya saya maju. Dan dasarnya hanya untuk
kemajuan sepak bola indonesia,” ujarnya.
Namun meski belum mengetahui bahwa KPSI
menyebut namanya sebagai sebagai sosok yang
kredibel untuk menakhodai PSSI, Adhyaksa
mengaku dirinya sudah memiliki bekal dan
persiapan jika kelak Ia benar-benar maju dalam
proses pemilihan Ketum PSSI.
Adhyaksa juga mengaku terus mengamati
perkembangan yang terjadi di tubuh induk
organisasi sepak bola nasional. Sebelumnya pada
Kongres PSSI, Adhyaksa sempat masuk dalam
daftar bursa bakal calon Ketua Umum PSSI,
namun memutuskan mundur dari pencalonan.
“Kalau benar-benar harus maju saya siap. Dulu
saja kan saya sudah mau mencalonkan, tapi
waktu itu mundur karena saya melihat banyak
pertikaian di PSSI,” pungkasnya.(Ari Syahril
Ramadhan)
#gmn gan?
De originele berichten zijn hierperiode 2004-2009, Adhyaksa Dault mengaku
merasa cukup terhormat dan berterima kasih jika
Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia
(KSPI) Toni Apriliani menyebut dirinya sebagai
sosok yang pantas menggantikan Djohar Arifin
Husin sebagai Ketua Umum PSSI.
Meski belum mengetahui langsung pandangan
dan penilaian dari Toni yang baru saja di vonis
bersalah oleh Komite Etik PSSI. Adhyaksa
mengaku siap untuk menakhodai PSSI jika ada
pihak yang memberikannya kepercayaan untuk
memimpin PSSI.
“Saya belum tahu. Tapi kalau ada yang
mempercayakan, jelas saya akan menerima
amanat tersebut, ” ujar Adhyaksa saat dihubungi
persibholic.com , Rabu (21/12/2011).
Adhyaksa mengungkapkan bahwa dirinya tidak
memiliki ambisi untuk menduduki kursi PSSI 1.
Ia mengaku hanya mau maju jika ada pihak yang
mendukungnya dan dengan dasar untuk
memajukan sepak bola nasional.
“Saya pribadi tidak ada ambisi untuk jadi Ketum
PSSI. Kalau ada yang memberi amanah untuk
maju, ya saya maju. Dan dasarnya hanya untuk
kemajuan sepak bola indonesia,” ujarnya.
Namun meski belum mengetahui bahwa KPSI
menyebut namanya sebagai sebagai sosok yang
kredibel untuk menakhodai PSSI, Adhyaksa
mengaku dirinya sudah memiliki bekal dan
persiapan jika kelak Ia benar-benar maju dalam
proses pemilihan Ketum PSSI.
Adhyaksa juga mengaku terus mengamati
perkembangan yang terjadi di tubuh induk
organisasi sepak bola nasional. Sebelumnya pada
Kongres PSSI, Adhyaksa sempat masuk dalam
daftar bursa bakal calon Ketua Umum PSSI,
namun memutuskan mundur dari pencalonan.
“Kalau benar-benar harus maju saya siap. Dulu
saja kan saya sudah mau mencalonkan, tapi
waktu itu mundur karena saya melihat banyak
pertikaian di PSSI,” pungkasnya.(Ari Syahril
Ramadhan)
#gmn gan?

